di mana di mana?

waktu pertama aku liat blog friendster versi baru aku berpikir,

“wah, bagus ne, .. udah kayak blogspot aja..”

trus aku cuekin, .. beberapa hari kemudian aku mulai lagi nulis di blog friendster ini, dan tiba” aja aku nyadar..

“loh, postingan lamaku kemana semua??? kok nggak ada???”

dan aku utak-utiklah blog friendster ini, aku cari linknya, aku cari di google, aku cari di mana” .. nggak ketemu,,

trus?? ilang donk,

yaaah, tulisan-tulisanku yang dulu, kenangan-kenanganku… saat-saat gilaku, saat-saat mellowku, yang aku tulis dengan penuh nafsu birahi semangat, emosional, inspirasional, kritikal … semua hilang entah kemana..

trus gimana donk??

masa ilang??

GIMME BACK MY OLD POSTS!!!!!!!!!

buku yang baru aja aku baca

waktu baca postingan mba nissa soal novel berjudul the five people you meet in heaven, aku langsung keinget sama Jingga, si tuan rumah ramah yang rela menjadikan rumahnya sebage tempang penampung anak terlantar ini ku pas di Jakarta,,
sebelumnya aku emang pernah dikit” baca tu buku, setelah si Jingga ini bilang ke aku kalo ni buku bagus banget en aku harus baca..

dan tiba” aja, toeng! sebersit ide gila itu muncul,,
adala sebuah impian sang pungguk yang merindukan bulan,, aku pengen garap novel Mitch Albom ini buat skripsiku.. langsung aja, dalam beberapa detik aku kirim mba nissa message en minta tolong dia buat beliin buku orinya, yang konon harganya nyampe 120ribu (padahal di hari yang sama si Cimprut sms aku kalo dia mau ke Malioboro, which means dia juga bakal beli dvd Fall Out Boy yang nggak sempet aku beli pas ke Jogja kemaren, dan akhirnya aku nitip ke dia),, alhasil minggu ini aku keluar banyak kali duit.. tabunganku menipis,… hiks..

baca buku five people ini,, entah mungkin karna udah sugesti buku itu bagus, ato emang bener” bagus… setelah aku baca jadi bagus??

aku mulai dari halaman pertama, lanjut kedua, ketiga, dan seterusnya… hari udah malem banget dan besoknya aku kudu ujian jam 9 pagi, tapi aku nggak berhenti baca… ceritanya bener” bikin penasaran.. dan tentunya, baca buku berbahasa inggris itu ngabisin wakti dua kali lebih banyak,, you know why lah,,

yang jelas, di situ kasih banyak banget pelajaran.

novel itu dimulai dengan akhir hidup seseorang,, hm?
satu kalimat sederhana ‘all endings are also the beginnings’ yang sering kita denger, dan kadang terlihat biasa aja.. di buku ini bisa kerasa so incredible,, yah, baca aja sendiri kalo nggak percaya, hehe..

ato baca aja ne summarynya disini.

ceritanya sederhana si, tentang gambaran surga menurut Mitch Albom sendiri, tapi gaya nyeritainnya emang oke banget. so simple, but critical..

begitu touching, nggak disangka, dan penuh surprise saat di awal” aku bertanya” sendiri siapa orang pertama yang bakal ditemui si Eddy ini, terus orang orang kedua, dan selanjutnya.. begitu tau, kadang suka kaget sendiri, nggak nyangka bahwa orang ‘itu’ yang bakal nemuin dia..

tapi emang banyak pelajaran yang bisa diambil dari novel ini,, kita belajar untuk memaafkan, apa itu cinta (yang konon nggak pernah ada matinya, meski kematian memisahkan), indahnya pengorbanan yang menurut Albom “when we sacrifice something, it doesn’t mean we lose it.. we just pass it to somebody else..”

yah, kira” seperti itulah yang aku ngertiin, hehe..

tapi yang paling aku suka pas bagian ‘the last lesson’ yang Eddie dapet dari orang kelima yang dia temui di surga. bahwa saat kita berpikir hidup kita bener” hampa dan nggak berguna atau bahkan kita sama sekali nggak seharusnya hidup di suatu lingkungan, kita nggak akan pernah nyangka bahwa dibalik itu semua, kehidupan yang kita jalani inilah yang paling berharga.. kita mungkin nggak berharga bagi diri kita sendiri, tapi bagi orang lain … kita bisa aja berlian mereka, sang penyelamat, seseorang yang paling dicintai..

dan yang bikin aku tersentuh, pelajaran itu datang dari seorang gadis kecil yang nggak sengaja dia bunuh.. gila nggak?

you say it non-sense, i say it genius.

p.s: i gotta think twice to pick it as my thesis subject, especially about why do i choose ‘this’ book instead of the other literary novels.. fyuuuhhh..

just comfort me,, don’t say anything

i was really shock waktu dia bilang nggak bisa LDR,,

i was just asking ‘why’ to myself, kenapa nggak bisa? kenapa nggak mau?

LDR itu adalah pembuktian besar”an, di saat cinta kamu bener” diuji, kesetiaan kamu, mata, pikiran, mulut, tangan, kaki, telinga .. saat semua panca indra harus bisa menahan diri untuk nggak terlepas kontrol..

LDR itu, yang membuktikan apa yang selama ini kamu rasakan dan katakan ke dia adalah benar, nggak cuma nafsu sesaat belaka, yang hanya terucap karna dia memang pengen denger itu. karna LDR itu yang membuktikan kamu bener” sayang dia, cinta dia .. apa adanya..

karena cinta itu, nggak peduli sejauh apapun dia, dimanapun dia berada, jarak sama sekali bukan halangan untuk saling percaya dan saling memiliki.

banyak orang yang masih bisa bertahan dengan LDR, karena mereka sabar, karena mereka masing” saling percaya, pada dirinya sendiri, dan pada yang mereka cintai.

waktu dia bilang nggak bisa, aku ngerasa dia kasih aku harapan dan sekaligus menghancurkannya di saat bersamaan. rasanya sakit,, karena aku harus menerima aku tau di mana ujung perjalanan ini,, .. seperti sedang nunggu bom waktu, just to let it go.

kenapa nggak sekarang aja sekalian? karena aku nggak percaya ‘just let it flow’, prinsip orang” yang konon nggak punya konsep hidup..

everybody has a plan, and a chance. and i don’t wanna waste it for a useless ending,,

apa itu cinta?

saat kamu meragukannya,

saat kamu nggak bisa mempertahankannya,

don’t even say you love her…